Posted by : Agung Saputra October 12, 2013

Nama : Agung SaputraKelas : 2DC01NPM : 40112375Mata Kuliah : Manajemen Proyek dan Manajemen Resiko


1. Kunci Sukses Keseluruhan Proyek : Project Integration Management yang baik 

Integrasi Manajemen Proyek adalah proses yang diperlukan untuk memastikan bahwa unsur-unsur berbagai proyek dikoordinasikan secara efektif. Integrasi manajemen adalah praktek membuat sesuatu di setiap bagian dari proyek ini adalah terkoordinasi.
Kunci sukses keseluruhan proyek : Project Integration Management yang baik.

Manajer Proyek harus mampu mengintegrasikan seluruh knowledge area selama project life cycle berlangsung
Kebanyakan manajer proyek terlalu berfokus pada halhal yang detail tetapi melupakan big picture dari proyek yang sedang dikerjakan
Manajemen Integrasi Proyek, bukanlah integrasi perangkat lunak
Manajemen Integrasi Proyek: termasuk Interface
Management (identifikasi dan manajemen poin-poin interaksi antar elemen-elemen dalam proyek

3. Kerangka Kerja Integrasi Manajemen Proyek Pengembangan Atribut, dan Elemen Umum Dari Sebuah Rencana Proyek 

Proses pertama adalah pengembangan piagam proyek. Piagam memulai proyek proyek. Dokumen ini memberi wewenang proyek untuk mendapatkan berlangsung. Proyek charter negara tujuan proyek dan nama manajer proyek. Hal ini biasanya tidak lebih dari satu halaman panjang.

Proses kedua adalah pengembangan ruang lingkup pernyataan awal. Dokumen ini akan ditinjau kembali dalam unsur manajemen lingkup PMBOK. Pernyataan lingkup mendefinisikan apa dan apa yang bukan bagian dari proyek. lingkup laporan Yah-pasti akan menampilkan semua dan hanya bekerja terlibat dengan suatu proyek tertentu.

 Proses ketiga dalam manajemen integrasi merupakan pengembangan dari rencana proyek. Rencana proyek meliputi project charter, definisi proyek, tujuan proyek, anggaran proyek, jadwal proyek, sumber daya yang dibutuhkan untuk proyek, pendekatan, rencana pengelolaan, dan penilaian risiko awal.

Proses keempat yang terlibat adalah mengarahkan dan pemantauan pelaksanaan proyek. Ini adalah ketika proyek benar-benar akan berlangsung. Produk yang dihasilkan selama fase ini meliputi produk deliverable akhir. Jika proyek ini di TI, deliverable akan menjadi program perangkat lunak.

Proses kelima adalah pekerjaan proyek harus dipantau dan dikendalikan. Salah satu aspek penting dari proses ini mengarah pada manajemen perubahan. Permintaan untuk perubahan proyek dapat dilakukan selama siklus hidup proyek. Jika permintaan ini tidak dimonitor dan dikontrol, maka kualitas proyek dapat dikompromikan. Sebuah tim harus dibentuk dalam rangka untuk mengawasi permintaan perubahan dan penerapan perubahan. Proses ini berkaitan erat dengan proses keenam, yakni mengontrol perubahan yang terintegrasi.

Pada proses ketujuh, proyek harus ditutup bila telah selesai. Penutupan proyek melibatkan meninjau proses, keberhasilan dan defisit yang ditemukan selama siklus hidup proyek. Selama fase ini, sebuah pelajaran dokumen yang dihasilkan oleh tim manajemen proyek.

5. Analisis Stakeholder dan Contohnya

Dokumen stakeholder analysis merupakan dokumen yang penting (dan sensitif), karena memberikan informasi mengenai stakeholder berkaitan dengan

 nama dan organisasi stakeholder;

 peranannya dalam proyek;

fakta-fakta unik mengenai stakeholder;

level keterlibatannya dan

ketertarikannya akan proyek saran-saran untuk menjaga relasi dengan stakeholder.
Contohnya :





7. Alat dan Teknik Eksekusi Proyek 


Metodologi manajemen proyek

Manajemen proyek sistem informasi

9. Change Control System dan Change Control Boards (CCBs)

Sistem Kontrol Perubahan

Proses yang terdokumentasi yang menggambarkan kapan dan bagaimana dokumendokumen proyek dan pekerjaannya dapat diubah.

Menggambarkan orang yang berwenang untuk¢membuat perubahan dan bagaimana cara membuat perubahan tersebut.

Seringkali melibatkan Change Control Board(CCB),  manajemen konfigurasi dan proses untuk mengkomunikasikannya

Change Control Board

Kelompok formal dari orang-orang yang bertanggung} jawab untuk menyetujui atau menolak perubahan dalam proyek CCB harus memberikan panduan untuk mempersiapkan} perubahan, mengevaluasi perubahan dan mengelola implementasi perubahan yang disetujui.

Anggota CCB biasanya terdiri} atas stakeholders dari keseluruhan organisasi.

Masalah yang dihadapi: CCB jarang bertemu dan} membuat keputusan akan perubahan membutuhkan waktu rapat yang panjang, padahal proyek harus terus berjalan karena dibatasi oleh waktu yang telah disepakat.

Sumber Referensi: 


Purwanto Hendri. 2011. Project Integration Management. http://hendri31.blogspot.com/2011/10/project-integration-management.html . Diunduh tanggal 09 Oktober 2013. 

Anonymous. 2012. Manajemen Integrasi.  http://yogajoyohadipoetranto28110641.blogspot.com/2012/01/manajemen-integrasi.html . Diunduh tanggal 09 Oktober 2013. 







Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © Agung Networks - Hatsune Miku - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -